Senja: Keindahan dan Kesedihan








Kala itu langit kembali memancarkan keindahannya melalui senja. Seakan dihari itu mengatakan bahwa senja itu milikmu. Yah hanya milikmu. Dan kujuluki ia sebagai senjaku. Sembari menikmati keindahannya sayapun mengabadikan lewat foto dari handphone kesayangan yang pencahayaannya juga lumayan oke. Hehe.

Langit mulai menggelap. keindahan dari senjaku mulaipun surut. Sedih menyelimuti. Akankah ia meninggalkanku? Akankah ia tak kembali lagi? Padahal ia telah milikku.

ke-EGO-an mulai menggeruguti. Saya tak ingin kehilangan keindahan dari senjaku. Ku tak ingin kehilangan. Itu pintaku, berulang-ulang. Karena takut, keindahan di hari esok tak dapat kurasakan lagi. Kalaupun ingin pergi, tolong sisakan sedikit keindahan yang akan menemani malamku agar kesepian tak kurasa. Agar tidurkupun ikut nyenyak. Dan mimpi buruk enggan untuk mendekap.

Tetapi tidak, ia tetap saja pergi. Seakan ingin teriak. Seakan ingin menahan. Tapi saya tak berdaya. Powerku tak sampai disitu. Lelahku mengejar. Tapi semakin ku kejar ia juga semakin berlari kencang. Sampai pada akhirnya dayaku tak kuat dan iapun pergi. Benar-benar telah pergi. Akhirnya Sedih betul-betul telah menemani.

Selang beberapa menit, adzan maghrib berkumandang. Ucapku Alhamdulillahirabbil'alamin (Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam). Kalimat tahmid yang kuucapkan dari hati terkoneksi kuat dengan otakku. Lalu kalimat astaghfirullah mengikuti kalimat pertama yang kuucapkan. Bagaimana tidak,  keterlenaan dengan senja yang bukan milikku membuat rasa ego menguasai raga yang tak berdaya ini. Rasa ingin memiliki yang kuat cukup membuat hati lengah.


Alhamdulillahirabbil'alamin (segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam) membisikkan tepat pada hatiku. Tentang sebuah keindahaan, ia hanya ingin membuatku terfikir kalau keindahan  dunia hanya titipan, Sifatnya sementara. Keindahannya hanya ingin saya berfkir bahwa tidak ada kuasa selain Allah. Allah maha memiliki. Bersyukurlah akan keindahan yang diberi. Dan bersabarlah akan kehilangan yang dirasa.
*
*
Dari senja ia mengajarkanku, kalau yang datang pada akhirnya akan pergi. Meski menghadirkan sebuah keindahan berupa senyum bahagia, tapi pada akhirya juga akan pergi. Teringat sebuah kalimat tanya yang mengatakan “Jika pada akhirnya kau akan berakhir dengan kesedihan, apa kau sanggup menghentikan keindahan yang kau rasakan sekarang?” tak usah mengelak, karna kita semua pasti akan mengatakan “TIDAK!!!”

Kepergian selalu mempunyai dua sisi. Entah pergi dengan kebaikan dan meninggalkan kenangan yang indah. Atau bahkan pergi dengan cara yang buruk dan meninggalkan kenangan yang indah juga. La tahzan Innallaha Ma'ana, Segalanya hanya milik Allah. Tidak ada kepemilikan pribadi. Semuanya kembali padanya. Entah kebahagiaan atau kesedihan. Tetaplah pada hati yang berserah diri.
*
*
Teruntuk senja, terima kasih telah menghadirkan segudang inspirasi.

Komentar

Postingan Populer